Berita Terbaru
Pemkab Kediri dan BAZNAS Santuni 1.222 Anak Yatim, Hadirkan Kebahagiaan Ramadan Penuh Berkah
Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Ramadan Berbagi, Santunan dan Buka Bersama Anak Yatim Piatu Tahun 2026 di Convention Hall, Simpang Lima Gumul, Jumat (27/2). Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.222 anak yatim piatu dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri.
Dari jumlah tersebut, 373 anak dari Kecamatan Banyakan, Gurah, Grogol, Gampengrejo, Kayen Kidul, Ngasem, Pagu, dan Plosoklaten hadir langsung di lokasi kegiatan. Sementara kecamatan lainnya menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing secara serentak.
Program ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan BAZNAS Kabupaten Kediri dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan sosial dan dukungan pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan pesan agar anak-anak tetap semangat dalam menuntut ilmu dan meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan.
“Mas Dhito berpesan kepada anak-anak agar terus semangat belajar, taat beribadah, serta tidak pernah merasa sendiri. Pemerintah daerah bersama BAZNAS akan terus berupaya memberikan perhatian dan dukungan,” ujar Mbak Dewi.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 serta Kabupaten Kediri yang religius dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Kediri, Kyai Ma’shum, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri yang konsisten menghadirkan program Ramadan Berbagi setiap tahun.
Menurutnya, menyantuni anak yatim bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari implementasi nilai-nilai syariat Islam yang memiliki keutamaan besar sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
“Kegiatan seperti ini penting agar anak-anak memiliki keyakinan bahwa mereka tidak sendirian. Ada pemerintah, ada BAZNAS, dan ada banyak pihak yang peduli. Menyantuni anak yatim adalah ladang amal dan keberkahan,” ungkapnya.
Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kabupaten Kediri terus menguatkan peran sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, transparan, dan profesional dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah kepada mustahik, termasuk anak yatim piatu. Program ini diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan, memperkuat semangat belajar, serta menumbuhkan optimisme masa depan bagi anak-anak penerima manfaat.
BERITA27/03/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Zakat Fitrah untuk Anggota PERTUNI, Hadirkan Harapan di Bulan Ramadhan
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri terus menghadirkan kebahagiaan dan harapan di bulan suci Ramadhan melalui penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada Selasa, 17 Maret 2026, BAZNAS Kabupaten Kediri menyalurkan sebanyak 60 paket zakat fitrah kepada anggota Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Tunanetra Indonesia (DPC PERTUNI) Kabupaten Kediri.
Bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzakki yang telah menunaikan kewajiban zakat fitrah melalui BAZNAS Kabupaten Kediri. Penyaluran ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS dalam memastikan zakat tersalurkan secara tepat sasaran, khususnya kepada kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Paket zakat fitrah tersebut diterima langsung oleh Ketua DPC PERTUNI Kabupaten Kediri, Bapak Budi Santoso. Selanjutnya, bantuan akan segera didistribusikan kepada para anggota PERTUNI melalui sekretariat yang berlokasi di Dusun Babadan, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri, HM. Iffatul Lathoif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran zakat fitrah ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara penyandang disabilitas.
“Penyaluran zakat fitrah ini adalah wujud kepedulian BAZNAS Kabupaten Kediri kepada anggota PERTUNI. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan, serta menjadi penguat semangat dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PERTUNI Kabupaten Kediri, Budi Santoso, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para muzakki dan BAZNAS Kabupaten Kediri atas perhatian yang diberikan kepada para anggotanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat fitrah melalui BAZNAS Kabupaten Kediri. Semoga zakat yang diberikan dapat diterima sebagai amal ibadah di bulan Ramadhan dan membawa keberkahan bagi semua,” ungkapnya.
Melalui program penyaluran zakat fitrah ini, BAZNAS Kabupaten Kediri berharap dapat terus memperluas manfaat zakat serta menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ramadhan menjadi momentum untuk saling berbagi, menguatkan, dan menghadirkan harapan bagi sesama.
BERITA17/03/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Transport Berobat untuk Diego Andrianto, Tumbuhkan Harapan di Tengah Keterbatasan
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri terus menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program bantuan kemanusiaan. Salah satunya diwujudkan melalui penyaluran bantuan transport berobat kepada Diego Andrianto (12), siswa kelas 3 sekolah dasar yang tengah berjuang melawan penyakit thalasemia.
Diego tinggal bersama ayahnya, Bapak Siswanto, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas dan termasuk dalam kategori keluarga desil 1, kehidupan sehari-hari mereka penuh dengan perjuangan. Sejak tahun 2016, Bapak Siswanto mengalami tuna netra low vision yang membuatnya tidak dapat bekerja secara optimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam keterbatasan tersebut, Diego dan sang ayah saling menguatkan. Namun, kebutuhan pengobatan rutin untuk penyakit kronis yang diderita Diego menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Kediri hadir memberikan bantuan berupa biaya transport berobat guna mendukung keberlangsungan pengobatan rutin Diego. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan Diego tetap mendapatkan akses pengobatan yang dibutuhkan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit. Kami berharap Diego tetap semangat menjalani pengobatan dan meraih masa depan yang lebih baik,” demikian disampaikan perwakilan BAZNAS Kabupaten Kediri.
Program ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh masyarakat memiliki dampak nyata dalam membantu sesama, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan.
BAZNAS Kabupaten Kediri mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Bersama, kita dapat menghadirkan harapan dan semangat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Mari dukung dan doakan Diego agar senantiasa diberikan kekuatan dan kesembuhan. Karena dari kepedulian kita, tumbuh harapan untuk masa depan yang lebih baik.
BERITA17/03/2026 | Humas
Resmi! 25 UPZ Desa Kedawung Terima SK dari BAZNAS Kediri, Siap Kelola Zakat Lebih Profesional
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri terus berupaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional dan terpercaya melalui penguatan kelembagaan di tingkat desa. Salah satu langkah nyata diwujudkan dengan penyerahan 25 Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada masjid dan mushola se-Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, pada Senin, 16 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan peran UPZ sebagai garda terdepan dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat di lingkungan masyarakat. Dengan adanya SK ini, diharapkan pengelolaan zakat di Desa Kedawung dapat berjalan lebih terstruktur, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyerahan SK dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Kediri melalui Bagian Pengumpulan dan Keuangan, HM. Ahid Imaduddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para pengurus UPZ Desa Kedawung yang telah berkomitmen untuk berkhidmat dalam pengelolaan zakat.
“Kami mengapresiasi semangat dan kesiapan para pengurus UPZ di Desa Kedawung. Ini merupakan langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang lebih baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS, UPZ desa, serta seluruh masjid dan mushola dalam mengoptimalkan potensi zakat di wilayah tersebut. Kolaborasi yang kuat diyakini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan manfaat zakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh perwakilan perangkat Desa Kedawung atas perhatian dan dukungan BAZNAS Kabupaten Kediri dalam penguatan kelembagaan UPZ di wilayahnya. Mereka berharap ke depan kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik.
BAZNAS Kabupaten Kediri berharap, melalui penguatan UPZ ini, masyarakat Desa Kedawung semakin memahami pentingnya pengelolaan zakat yang baik, termasuk dalam hal penghimpunan, pendistribusian, serta kewajiban pelaporan yang transparan dan akuntabel.
Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS Kabupaten Kediri optimis bahwa zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat.
BERITA16/03/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Paket Ramadhan Bahagia di Kantor Kemenag, Wujud Sinergi Program Nasional “Indonesia Berdaya”
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kebermanfaatan zakat melalui penyaluran Paket Ramadhan Bahagia (PRB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.
Penyaluran ini merupakan bagian dari program nasional Indonesia Berdaya – “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Program ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem serta memperkuat kolaborasi multipihak dalam penguatan zakat, infak, dan sedekah di bulan Ramadhan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BAZNAS RI, Forum Zakat (FOZ), serta lembaga amil zakat dan filantropi nasional lainnya.
Di Kabupaten Kediri, Paket Ramadhan Bahagia disalurkan langsung oleh Moch. Najib Sa’dulloh bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, HM. Ahmad Faiz. Penyaluran ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan BAZNAS dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui bantuan ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat penerima manfaat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadhan.
BAZNAS Kabupaten Kediri berharap, melalui kolaborasi yang terus diperkuat, zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan. Semangat “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam gerakan kebaikan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
BERITA12/03/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Beasiswa Program Kediri Cerdas untuk Siswa MI Al-Huda Asmorobangun
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri kembali menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Kediri Cerdas kepada para siswa MI Al-Huda Asmorobangun, Kecamatan Puncu. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri Bidang Distribusi dan Pendayagunaan, Kyai Ma’syum. Dalam kegiatan ini, para siswa penerima bantuan didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing. Hal ini dilakukan karena secara syariat, penerima zakat yang berhak adalah orang tua atau wali siswa sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebutuhan anak.
Melalui Program Kediri Cerdas, BAZNAS Kabupaten Kediri berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan para siswa, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar dan meraih cita-cita.
Kyai Ma’syum menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama program pendayagunaan zakat. Dengan adanya dukungan dari para muzaki, BAZNAS terus berupaya menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
BAZNAS Kabupaten Kediri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dukungan dan kepercayaan dari masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang bermanfaat bagi umat.
Semoga setiap kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua.
#BaznasKabKediri #ZakatMenguatkanIndonesia
BERITA11/03/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kediri Gelar Pemeriksaan Kacamata Baca Gratis untuk Dukung Kesehatan Mata dan Prestasi Siswa
Kediri – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar, BAZNAS Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kacamata Baca Gratis bagi siswa di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini menyasar siswa dari MTsN 8 Kediri, MTsN 4 Kediri, SD NU Mutiara Insani Mojo, serta MTs Sunan Kalijogo Mojo. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Kediri dalam mendukung aspek kesehatan sebagai fondasi penting dalam proses pembelajaran.
Melalui pemeriksaan dan bantuan kacamata baca gratis ini, BAZNAS Kabupaten Kediri berharap para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman, fokus, dan optimal. Kesehatan mata yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan konsentrasi, daya serap materi, serta prestasi akademik di sekolah.
Program ini juga terbuka bagi siswa mulai dari jenjang TK hingga SMA, para santri, mahasiswa, serta tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Kediri yang membutuhkan bantuan kacamata baca. Masyarakat yang memenuhi kriteria dan berdomisili di Kabupaten Kediri dipersilakan untuk mendaftarkan diri melalui BAZNAS Kabupaten Kediri guna mendapatkan layanan pemeriksaan.
BAZNAS Kabupaten Kediri mengajak para muzakki dan dermawan untuk terus berpartisipasi dalam mendukung program-program kemaslahatan umat, termasuk penyediaan fasilitas kacamata baca bagi pelajar dan tenaga pendidik. Penyaluran zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Kediri di Bank BCA Syariah No. Rekening 068099919.
Dengan sinergi antara muzakki dan mustahik, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan generasi Kabupaten Kediri yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya.
BERITA03/03/2026 | Humas
Semarak Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Kediri Dukung UMKM dan Hadir dalam Pondok Ramadhan TP PKK
Kediri – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, BAZNAS Kabupaten Kediri turut berpartisipasi dalam kegiatan Pondok Ramadhan & Bazar Ramadhan TP PKK Kabupaten Kediri yang diselenggarakan di Pendopo Panjalu Jayati. Kegiatan ini mengusung tema “Ramadhan: Momentum Transformasi Diri” sebagai ajakan untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana perbaikan spiritual dan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kediri tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi umat dengan membeli dan mendukung produk-produk UMKM yang turut meramaikan bazar Ramadhan. Partisipasi ini menjadi wujud komitmen BAZNAS dalam menguatkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Kediri.
Acara Pondok Ramadhan juga diisi dengan tausiyah oleh Ust. Arif Widodo dari Banyakan yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya introspeksi diri di bulan suci. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan lima hal yang tidak disukai Allah SWT, yaitu: meninggalkan sholat, tidak menunaikan zakat, durhaka kepada orang tua, mengonsumsi minuman keras, serta berkata tidak baik di dalam masjid.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial. Transformasi diri yang sejati tercermin dari ketaatan dalam beribadah, kepedulian terhadap sesama melalui zakat dan sedekah, serta menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum Ramadhan ini, BAZNAS Kabupaten Kediri mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan ibadah, menunaikan zakat, serta memperbanyak infak dan sedekah. Dengan kebersamaan dan kepedulian, diharapkan keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara luas dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kediri.
BERITA03/03/2026 | Humas
45 Hari, Banyak Cerita & Makna! Mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri Selesaikan Praktik Pengelolaan Zakat di BAZNAS Kabupaten Kediri
KEDIRI – Program praktik Pengelolaan Zakat Mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri bersama BAZNAS Kabupaten Kediri resmi berakhir setelah berlangsung selama 45 hari. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa untuk belajar langsung tentang tata kelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, amanah, dan penuh tanggung jawab.
Selama masa praktik, mahasiswa terlibat dalam berbagai proses pengelolaan dana zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan. Tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, para peserta juga memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan yang humanis kepada para mustahik dan muzakki.
Program ini menjadi wadah pembelajaran nyata di luar ruang kelas. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana pengelolaan zakat dijalankan sesuai regulasi dan prinsip syariah, serta bagaimana peran lembaga zakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Pihak mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan oleh pimpinan serta seluruh staf BAZNAS Kabupaten Kediri. Mereka berharap pengalaman selama 45 hari ini menjadi bekal berharga untuk terus berkontribusi dan mengabdi bagi umat di masa mendatang.
Kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pengelola zakat ini diharapkan dapat terus berlanjut, sebagai upaya mencetak generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan siap berperan aktif dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat yang profesional.
BERITA02/03/2026 | Humas
BAZNAS dan Kemenag Kediri Kukuhkan 27 UPZ Amil Zakat Fitrah 1447 H
UPZ Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Kediri bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan pembinaan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Amil Zakat Fitrah 1447 Hijriah kepada 27 Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Aula Atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola zakat fitrah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus memastikan kesiapan amil dalam menjalankan tugas pengumpulan dan pendistribusian zakat secara profesional, amanah, dan sesuai ketentuan syariat.
Acara dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Moh. Mudzofir, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Agus Salim, serta Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kediri Gus Moch. Najib Sa’dulloh beserta jajaran staf. Sebanyak 27 UPZ turut hadir, masing-masing diwakili dua orang pengurus.
Dalam sambutannya, Moh. Mudzofir menegaskan bahwa pembinaan bagi amil zakat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta pemahaman teknis dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, penguatan peran amil menjadi kunci agar pelaksanaan zakat fitrah dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Amil zakat memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan untuk memastikan zakat fitrah yang dihimpun tersalurkan secara tepat kepada para mustahik,” ujarnya.
Sementara itu, Gus Moch. Najib Sa’dulloh menyampaikan penguatan terkait tata kelola dan pelaporan zakat. Ia menegaskan bahwa administrasi yang rapi dan pelaporan yang akuntabel merupakan aspek penting dalam membangun serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.
Pada sesi materi, Kyai Agus Salim menekankan pentingnya pelaksanaan zakat yang berlandaskan syariat Islam serta mematuhi regulasi yang berlaku. Ia mengingatkan seluruh UPZ agar menjalankan tugas dengan penuh integritas, menjaga amanah umat, serta memastikan proses pengumpulan hingga pendistribusian zakat dilakukan secara tertib dan transparan.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam pengelolaan dana umat. Dengan tata kelola yang baik, kepercayaan muzaki akan semakin kuat,” jelasnya.
Melalui kegiatan pembinaan dan penyerahan SK ini, diharapkan seluruh UPZ Amil Zakat Fitrah di Kabupaten Kediri semakin solid dan siap menjalankan tugas di wilayah masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan SK secara simbolis kepada perwakilan UPZ sebagai tanda resmi pengukuhan dan komitmen bersama dalam menyukseskan pengelolaan zakat fitrah 1447 Hijriah secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
BERITA02/03/2026 | Humas
BAZNAS RI Menegaskan Bahwa Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terkumpul tidak akan dialihkan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menjelaskan bahwa dana ZIS hanya dapat digunakan untuk delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.
Ia menegaskan bahwa program MBG didanai oleh anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari masyarakat dan pengelolaannya diatur secara ketat dalam ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku. Penggunaan dana zakat harus tepat sasaran serta diperuntukkan bagi kepentingan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf.
Selain itu, Rizaludin menekankan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Tujuan utama pengelolaan zakat adalah untuk mengentaskan kemiskinan serta membantu kelompok rentan secara berkelanjutan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas terkait penggunaan dana zakat. BAZNAS berkomitmen menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel dengan laporan serta audit berkala kepada publik melalui kanal resmi, termasuk website www.baznas.go.id.
Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kediri turut menegaskan bahwa seluruh pengelolaan dana ZIS di tingkat daerah tetap mengacu pada arahan dan kebijakan BAZNAS RI serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat Kabupaten Kediri dipastikan disalurkan kepada para mustahik sesuai delapan asnaf, dengan prioritas fakir, miskin, dan kelompok rentan di wilayah Kabupaten Kediri.
BAZNAS Kabupaten Kediri juga memastikan bahwa tidak ada pengalihan dana zakat untuk program di luar ketentuan syariat, termasuk program yang telah dibiayai melalui anggaran pemerintah. Pengelolaan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta diaudit secara berkala.
BAZNAS Kabupaten Kediri mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan
BERITA27/02/2026 | Humas
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.
“BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.
“Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor.
Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.
“Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.
“Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Kediri Hadirkan Senyum Pelajar melalui Bantuan Kacamata Baca
Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan, BAZNAS Kabupaten Kediri kembali menghadirkan program Kediri Cerdas melalui kegiatan pemeriksaan dan bantuan kacamata baca gratis bagi para pelajar yang membutuhkan.
Program ini diberikan kepada sejumlah siswa, di antaranya Muh. Fathul A dari MTsN 8 Kediri, Ahmad Faris dan Zidny Fatih dari MTsN 4 Kediri, siswa dari SD NU Mojo, SMAN 1 Kediri, serta Alya Nur Fadila dari MTs Sunan Kalijogo Mojo.
Bantuan kacamata baca ini sangat membantu para penerima manfaat, terutama dalam menunjang proses belajar di sekolah. Dengan penglihatan yang lebih jelas dan nyaman, diharapkan para siswa dapat belajar lebih optimal, meningkatkan konsentrasi, serta meraih prestasi yang lebih baik.
BAZNAS Kabupaten Kediri menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Dukungan dan kepedulian Anda menjadi energi kebaikan yang terus mengalir dan memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi penerus.
Mari terus berbagi kebaikan melalui BAZNAS Kabupaten Kediri. Yuk, tunaikan zakat, perbanyak infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Kediri agar semakin banyak anak-anak yang terbantu dan semakin luas manfaat yang dirasakan umat.
BERITA26/02/2026 | Humas
Pentingnya Kementerian Agama Republik Indonesia Menegaskan Penerima Zakat Terbatas pada Delapan Golongan asnaf
Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa zakat harus digunakan sesuai dengan ketentuan delapan asnaf yang telah diatur dalam Al-Qur’an. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi keliru yang menyebutkan bahwa Kementerian Agama menggunakan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Agama menegaskan bahwa zakat memiliki aturan syariah yang ketat dan tidak boleh dialihkan kepada pihak di luar golongan penerima yang telah ditentukan.
“Zakat tidak boleh disalurkan kepada pihak di luar asnafnya. Keraguan akan persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Ia merujuk pada QS. At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fii sabilillah, dan ibnu sabil. Ketentuan ini menjadi pedoman prinsipil dalam pengelolaan zakat.
“Penting untuk memberikan zakat sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam asnaf secara tegas. Jangan memberikan zakat kepada pihak yang tidak berhak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang terkait dengan program MBG.
“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan distribusi zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat ditujukan untuk delapan asnaf sesuai dengan QS. At-Taubah ayat 60 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 menyatakan zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai syariat Islam, sementara Pasal 26 menegaskan distribusi dilakukan berdasarkan prioritas dengan mempertimbangkan prinsip keadilan, pemerataan, dan kewilayahan.
Pengelolaan zakat, lanjutnya, dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang diawasi dan diaudit secara berkala.
Respon BAZNAS Kabupaten Kediri
Menindaklanjuti penegasan dari Kementerian Agama tersebut, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kediri menyatakan dukungan penuh terhadap prinsip penyaluran zakat sesuai delapan asnaf sebagaimana diatur dalam syariat Islam dan peraturan perundang-undangan.
HM. Iffatul Lathoif Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri menegaskan bahwa seluruh dana zakat yang dihimpun dari masyarakat Kabupaten Kediri dipastikan disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik, khususnya fakir, miskin, dan kelompok rentan di wilayah Kabupaten Kediri.
BAZNAS Kabupaten Kediri juga memastikan bahwa tidak ada pengalihan dana zakat untuk program di luar ketentuan syariah, termasuk program yang telah dibiayai melalui anggaran negara. Pengelolaan dana ZIS dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pelaporan dan audit berkala.
Sebagai lembaga resmi pemerintah nonstruktural di daerah, BAZNAS Kabupaten Kediri mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik yang berhak
BERITA25/02/2026 | Humas
Semangat Tanpa Batas, Mohamad Yusuf Buktikan Zakat Mampu Ubah Masa Depan
Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang digulirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kediri terus memberikan manfaat nyata bagi generasi muda. Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Mohamad Yusuf, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP).
Mas Yusuf—sapaan akrabnya—menjadi salah satu mahasiswa yang merasakan langsung dampak dari program SKSS. Bantuan pendidikan yang diterimanya bukan hanya meringankan beban biaya kuliah, tetapi juga menumbuhkan semangat dan motivasi untuk terus belajar serta meraih cita-cita.
Program SKSS merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Kediri dalam mendukung pendidikan generasi muda dari keluarga kurang mampu, agar memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Melalui zakat yang ditunaikan para muzakki, impian anak-anak bangsa untuk menjadi sarjana dapat terus diperjuangkan.
Mas Yusuf mengaku bahwa dukungan ini menjadi penyemangat baginya untuk lebih giat dalam menuntut ilmu. Ia berharap kelak dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan mengabdikan diri untuk masyarakat.
Kita doakan bersama, semoga Mohamad Yusuf diberikan kemudahan dalam studinya, memperoleh ilmu yang bermanfaat, serta menjadi pribadi yang membawa keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
BAZNAS Kabupaten Kediri juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakatnya untuk disalurkan melalui lembaga ini. Berkat kepedulian dan kebaikan para donatur, program pendidikan seperti SKSS dapat terus berjalan dan memberikan dampak berkelanjutan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta kemudahan dalam setiap urusan para muzakki dan seluruh pihak yang terlibat. Aamiin.
BERITA24/02/2026 | Humas
Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri Lepas Mahasiswa Magang UIN Syekh Wasil Kediri
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri secara resmi melepas mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri setelah melaksanakan Praktik Pengelolaan Zakat (PPZ) selama satu bulan di lingkungan BAZNAS Kabupaten Kediri.
Pelepasan mahasiswa dilaksanakan dan dihadiri oleh Ketua I Bidang Pengumpulan dan Keuangan HM Ahid Imaduddin, Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Kyai Ma’syum, serta dosen pembimbing dari UIN Syekh Wasil Kediri, Ibu Syifa Rizqiana.
Selama satu bulan pelaksanaan magang, para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam turut terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pengelolaan zakat, mulai dari aspek pengumpulan hingga pendistribusian dan pendayagunaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi akademik sekaligus praktik lapangan dalam tata kelola zakat yang profesional dan amanah.
Dalam sambutannya, Ketua I Bidang Pengumpulan dan Keuangan HM Ahid Imaduddin menyampaikan pesan motivasi kepada para mahasiswa agar tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses belajar maupun dalam merintis usaha.
“Jangan pernah takut gagal. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh di jurusan yang telah dipilih, tekuni ilmunya dengan semangat, dan kelak amalkan menjadi entrepreneur yang baik serta bermanfaat bagi umat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Kyai Ma’syum menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa selama menjalani masa magang di BAZNAS Kabupaten Kediri.
“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang telah memberikan sumbangsih, baik tenaga maupun pikiran, selama melaksanakan praktik di sini. Teruslah belajar dengan penuh semangat dan jangan pernah meninggalkan sholat berjamaah sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan,” ujar Kyai Ma’syum.
Pada kesempatan yang sama, dosen pembimbing UIN Syekh Wasil Kediri, Ibu Syifa Rizqiana, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Kediri atas sinergi yang telah terjalin serta kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk melaksanakan praktik pengelolaan zakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan bimbingan yang telah diberikan kepada mahasiswa kami. Semoga sinergi antara UIN Syekh Wasil Kediri dan BAZNAS Kabupaten Kediri dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” tuturnya.
Melalui kegiatan magang ini, BAZNAS Kabupaten Kediri berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pengelolaan zakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan umat.
BERITA12/02/2026 | Humas
Zakat Jadi Modal Bangkit: BAZNAS Kediri Perkuat UMKM Lewat Program Kediri Berdaya
Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri kembali menyalurkan bantuan permodalan usaha kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Kediri Berdaya pada Februari 2026.
Program ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Bantuan permodalan tersebut diharapkan mampu membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Ketua Bagian Distribusi dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Kediri, Kyai Ma’syum, menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu prioritas dalam pendistribusian dana zakat agar manfaatnya lebih berkelanjutan.
“Program Kediri Berdaya ini bukan sekadar memberikan bantuan modal, tetapi merupakan ikhtiar untuk menumbuhkan kemandirian. Kami berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sungguh-sungguh, mengembangkan usahanya, dan secara bertahap meningkatkan taraf kesejahteraan keluarganya,” ujar Kyai Ma’syum.
Beliau juga menegaskan bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki memiliki dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil.
“Dari zakat yang ditunaikan dengan penuh keikhlasan, lahir harapan dan kekuatan baru bagi para pelaku usaha. Semoga ke depan semakin banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki,” tambahnya.
BAZNAS Kabupaten Kediri turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi energi dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.
Melalui Program Kediri Berdaya, BAZNAS Kabupaten Kediri terus berkomitmen menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat kampanye nasional “Zakat Menguatkan Indonesia.”
Semoga setiap zakat yang ditunaikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
BERITA12/02/2026 | Humas
Perkuat Sinergi Zakat, BAZNAS Kabupaten Kediri Hadiri Gathering FEBI UIN SATU Tulungagung
Tulungagung – Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menghadiri kegiatan Sinergi dan Gathering Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung bersama Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) se-Eks Karesidenan Kediri.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat dalam mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan umat.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai Maksum menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Kediri bersedia dan terbuka untuk bersinergi dengan keluarga besar UIN Tulungagung, khususnya dalam penguatan literasi dan edukasi zakat di lingkungan akademik.
“BAZNAS Kabupaten Kediri siap berkolaborasi dan membuka ruang sinergi bersama civitas akademika UIN Tulungagung dalam pengembangan pengelolaan zakat yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Kyai Ma’syum turut memberikan masukan kepada Fakultas FEBI agar lebih aktif melakukan sosialisasi terkait Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf. Ia menilai jurusan tersebut memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang pengelolaan zakat, namun masih kurang populer di kalangan masyarakat.
“Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf memiliki prospek yang sangat baik. Perlu adanya sosialisasi yang lebih masif agar semakin dikenal dan diminati oleh calon mahasiswa,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah Lembaga Amil Zakat, di antaranya Lazismu, Nurul Hayat, dan Yatim Mandiri, yang turut berpartisipasi dalam diskusi serta penguatan jaringan kerja sama antar-OPZ.
Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh Dekan FEBI UIN SATU Tulungagung, Ibu Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Pd.I., atas kehadiran dan dukungan seluruh OPZ yang telah bersinergi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam rangka penguatan tata kelola zakat berbasis akademik dan praktik lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung pengelolaan zakat yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA11/02/2026 | Humas
Dorong Edukasi Zakat Sejak Dini, BAZNAS Kabupaten Kediri Temui MGMP PAI di SMPN 1 Ngasem
Ngasem, Kediri — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kediri memberikan materi zakat kepada anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kecamatan Ngasem, Selasa (10/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngasem sebagai tuan rumah dan pelaksana kegiatan.
Materi zakat disampaikan oleh HM. Ahid Imaduddin, M.Pd.I, yang membahas peran strategis zakat dalam pembangunan umat serta pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat melalui lembaga resmi. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berdampak besar pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Ibu Binti, selaku Pengawas PAI, mengajukan pertanyaan terkait Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sekolah, khususnya mengenai mekanisme pembentukan dan peran UPZ dalam mendukung edukasi zakat di lingkungan pendidikan. Selain itu, pertanyaan juga disampaikan oleh Gus Zainul yang turut memperkaya dialog seputar penguatan literasi zakat di kalangan pendidik.
Menutup kegiatan, HM. Ahid Imaduddin, M.Pd.I menitipkan pesan kepada seluruh peserta, khususnya para Guru PAI, agar senantiasa menjadi garda terdepan dalam meng-edukasi dan meningkatkan literasi zakat kepada para siswa sejak dini, sehingga nilai-nilai kepedulian dan kesadaran berzakat dapat tertanam kuat dalam kehidupan generasi muda.
Sementara itu, Ketua MGMP PAI Bapak Anam menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan oleh BAZNAS Kabupaten Kediri. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan guru PAI terkait zakat serta mendukung sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pengelola zakat dalam upaya penguatan zakat di Kabupaten Kediri.
BAZNAS Kabupaten Kediri berharap melalui kegiatan ini, kolaborasi dengan para pendidik dapat terus terjalin guna memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat dan pembangunan berkelanjutan.
BERITA10/02/2026 | Humas
Jum’at Berkah BAZNAS Kabupaten Kediri, Sinergi Masjid, Desa, dan Puskesmas Layani Masyarakat
BAZNAS Kabupaten Kediri menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Jum’at Berkah di Masjid Baitul Mustaqim, Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Takmir Masjid Baitul Mustaqim, Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, serta Puskesmas Pranggang yang telah bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan, khususnya layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pada kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 56 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan.
BAZNAS Kabupaten Kediri juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muzakki, munfiq, dan para donatur yang telah menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Kediri, sehingga program Jum’at Berkah ini dapat terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan Jum’at Berkah ini turut diisi dengan pelaksanaan khutbah dan imam sholat Jum’at yang disampaikan oleh Gus Moch. Najib Sa’dulloh, selaku Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pentingnya kepedulian sosial, semangat berbagi, serta peran zakat, infaq, dan sedekah sebagai ikhtiar bersama dalam meringankan beban sesama dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
Melalui program Jum’at Berkah, BAZNAS Kabupaten Kediri berharap sinergi antara lembaga, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus terjalin, serta semakin banyak kebermanfaatan yang dirasakan oleh warga.
BERITA10/02/2026 | Humas

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
