Hasil Penelitian Nefi Hidayana: Beasiswa SKSS BAZNAS Kediri Dukung SDGs Tujuan 4
04/09/2026 | Penulis: Humas
Dokumentasi Penyerhan Skripsi kepada BAZNAS Kabupaten Kediri
Berawal dari Praktik di BAZNAS Kabupaten Kediri, Nefi Hidayana Tuntaskan Skripsi tentang Beasiswa SKSS dan SDGs Pendidikan Berkualitas
KEDIRI – Berawal dari pengalaman menjadi mahasiswa yang mengikuti praktik pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Kediri, Nefi Hidayana, mahasiswi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, berhasil menyelesaikan tugas akhir skripsinya pada tahun 2026.
Skripsi tersebut mengangkat judul “Peran Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana Sebagai Upaya Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Pendidikan Berkualitas (Studi di BAZNAS Kabupaten Kediri)”. Penelitian ini secara khusus mengkaji bagaimana Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Kediri berperan dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Ketertarikan Nefi terhadap tema tersebut tidak terlepas dari pengalamannya mengenal secara langsung aktivitas pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Kediri. Dari pengalaman tersebut, ia melihat bahwa zakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat didayagunakan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui bidang pendidikan.
Dalam skripsinya, Nefi menjelaskan bahwa kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi masih menjadi persoalan yang saling berkaitan. Kondisi ekonomi keluarga dapat menjadi salah satu hambatan bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu, Program SKSS hadir sebagai salah satu bentuk dukungan bagi mahasiswa dari keluarga mustahik agar dapat memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Program SKSS sendiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Kediri yang merupakan turunan dari program BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Di Kabupaten Kediri, program tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 2024 dan penyaluran kepada mahasiswa penerima pertama kali dilakukan pada 9 Desember 2024. Program ini diarahkan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi salah satu upaya mencetak generasi muda berkualitas melalui pendidikan.
Dalam penelitian tersebut, Nefi menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari unsur pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Kediri serta mahasiswa dan alumni penerima Beasiswa SKSS. Data kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode.
Implementasi SKSS Dilakukan Secara Terstruktur
Hasil penelitian Nefi menunjukkan bahwa implementasi Program Beasiswa SKSS BAZNAS Kabupaten Kediri telah dilakukan secara terstruktur dan transparan. Tahapan program dimulai dari pengumuman dan sosialisasi, pendaftaran, seleksi administrasi, verifikasi data, wawancara, hingga penetapan penerima manfaat.
Penyaluran bantuan dilakukan setiap semester dan disesuaikan dengan jadwal pembayaran UKT mahasiswa. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan pendidikan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk menunjang keberlangsungan pendidikan penerima manfaat.
Namun, program SKSS tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan. BAZNAS Kabupaten Kediri juga melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan kepada penerima manfaat. Monitoring dilakukan antara lain melalui kegiatan ngaji rutin, absensi kehadiran, evaluasi Kartu Hasil Studi (KHS), serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan BAZNAS.
Hal tersebut menunjukkan bahwa SKSS dirancang bukan sekadar sebagai bantuan finansial, melainkan sebagai program yang mendorong mahasiswa untuk bertanggung jawab terhadap proses pendidikan, mempertahankan prestasi akademik, serta memiliki kepedulian sosial.
Berkontribusi pada SDGs Tujuan 4
Salah satu bagian penting dari penelitian Nefi adalah analisis kontribusi Program SKSS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 atau Pendidikan Berkualitas. Penelitian tersebut melihat peran SKSS melalui beberapa target, yakni Target 4.3 tentang akses pendidikan tinggi, Target 4.5 tentang kesetaraan akses pendidikan, Target 4.6 tentang literasi dan kemampuan akademik, serta Target 4.b tentang perluasan beasiswa.
Pada Target 4.3, hasil penelitian menunjukkan bahwa Program SKSS membantu membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya menghadapi hambatan ekonomi. Bantuan biaya pendidikan mampu meringankan beban UKT sehingga mahasiswa dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan finansial.
Sementara pada Target 4.5, program SKSS dinilai mampu mendorong kesetaraan akses pendidikan. Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan tidak diskriminatif. Besaran bantuan juga diberikan secara seragam kepada penerima manfaat tanpa membedakan besaran UKT, semester, maupun asal perguruan tinggi. Temuan penelitian menunjukkan adanya tiga aspek utama, yaitu non-diskriminasi, kesempatan yang sama, dan pemerataan bantuan.
Pada Target 4.6, BAZNAS Kabupaten Kediri turut memperhatikan perkembangan akademik dan keaktifan mahasiswa. Hasil wawancara dengan penerima dan alumni menunjukkan adanya peningkatan motivasi, fokus belajar, serta rasa tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi dan menyelesaikan pendidikan. Beban biaya kuliah yang berkurang juga memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk lebih fokus terhadap proses akademiknya.
Sedangkan pada Target 4.b, penelitian mencatat bahwa program SKSS telah memperluas kesempatan memperoleh beasiswa bagi mahasiswa. Pada data penelitian tahun 2025, tercatat 69 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Program juga mengalami peningkatan nominal bantuan dari Rp1.000.000 per semester pada 2024 menjadi Rp1.500.000 per semester pada 2025 dan direncanakan meningkat menjadi Rp2.000.000. Selain itu, sebanyak 11 mahasiswa telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan diwisuda sejak program berjalan.
Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Pendidikan
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan zakat dapat memiliki dampak jangka panjang ketika diarahkan pada pemberdayaan pendidikan. Program SKSS tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh pembiayaan pendidikan, tetapi juga memberikan peluang bagi keluarga mustahik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Dalam perspektif penelitian Nefi, keberhasilan satu anggota keluarga dalam menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas dalam dunia kerja dan pada akhirnya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan secara berkelanjutan.
Capaian tersebut juga menjadi gambaran bahwa zakat yang dihimpun dari para muzaki dapat ditransformasikan menjadi manfaat jangka panjang bagi mustahik. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan pendidikan pada satu semester, tetapi diarahkan untuk membantu penerima manfaat menyelesaikan pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas dirinya.
Kesimpulan Penelitian
Pada bagian akhir skripsinya, Nefi menyimpulkan bahwa Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana BAZNAS Kabupaten Kediri memiliki implementasi yang terstruktur dan transparan, mulai dari proses pengumuman, sosialisasi, seleksi administrasi, verifikasi, wawancara hingga penetapan penerima. Program juga dilengkapi monitoring, evaluasi dan pembinaan sehingga tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan biaya pendidikan.
Penelitian juga menyimpulkan bahwa Program SKSS memiliki peran dalam mendukung pencapaian SDGs Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kontribusi tersebut terlihat melalui peningkatan akses pendidikan tinggi, kesetaraan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan motivasi dan kemampuan akademik, serta perluasan kesempatan memperoleh beasiswa.
Lebih jauh, penelitian Nefi menegaskan bahwa Program SKSS tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kesenjangan pendidikan, dan upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Capaian 69 mahasiswa aktif dan 11 alumni yang telah diwisuda menjadi salah satu gambaran konkret dari keberlanjutan program tersebut.
Dari Praktik Menjadi Karya Ilmiah
Perjalanan Nefi Hidayana menjadi contoh bahwa pengalaman mahasiswa ketika terlibat langsung dalam praktik pengelolaan zakat dapat berkembang menjadi sebuah karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pengelolaan zakat dan pendidikan.
Melalui skripsinya, Nefi tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik sebagai mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri, tetapi juga menghadirkan kajian mengenai bagaimana dana zakat dapat dikelola dan didayagunakan untuk mendukung pendidikan berkualitas serta pembangunan berkelanjutan.
BAZNAS Kabupaten Kediri mengapresiasi penelitian dan kontribusi Nefi dalam mengkaji Program SKSS. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan, pembinaan, serta pengembangan Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana ke depan.
Semoga langkah Nefi menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus belajar, meneliti, dan menghadirkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, keberlanjutan Program SKSS juga diharapkan semakin memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga mustahik di Kabupaten Kediri.
BAZNAS Kabupaten Kediri terus berkomitmen menghadirkan manfaat zakat melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Kediri. Semoga setiap amanah yang ditunaikan menjadi keberkahan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Kediri. Bersama zakat, kita wujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan masa depan yang lebih berdaya.
Berita Lainnya
BAZNAS Kediri dan UPZ Kemenag Dukung Pembangunan RA Kusuma Mulia
BAZNAS Kabupaten Kediri Ajak Masyarakat Bantu Saudara Terdampak Bencana di NTT
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Baitul Ghofur melalui Program Kediri Taqwa
9 Santri Yatim dan Dhuafa Terima Bantuan Pendidikan dari BAZNAS Kabupaten Kediri
BAZNAS Kabupaten Kediri Terima Enam Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung untuk PPL
BAZNAS Kabupaten Kediri Dukung Pengendalian Gratifikasi untuk Penguatan Integritas
Dukung Generasi Muda, BAZNAS Kediri Salurkan Bantuan SKSS kepada Mahasiswa
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Pembangunan Tempat Wudhu Masjid Al Manar Kepung
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Balai Ternak Ayam Tahap 6 kepada 12 Penerima Manfaat
Dukung Pendidikan Keagamaan, BAZNAS Kabupaten Kediri Serahkan 100 Al-Qur’an dan 40 Iqra
Program Kediri Sehat, BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Kacamata Baca untuk Santri, Siswa, Mahasiswa, dan Guru
Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, BAZNAS Kediri Sampaikan Doa dan Harapan
Bersama BAZNAS Kabupaten Kediri, Mari Kuatkan Indonesia melalui Kepedulian untuk Saudara Terdampak Bencana
Beasiswa Santri BAZNAS Kabupaten Kediri Dukung Generasi Penghafal Al-Qur’an
BAZNAS Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Madin Roudlotul Nasyi’at melalui Program Kediri Taqwa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Kediri.
Lihat Daftar Rekening →